Upit Sarimanah

Penulis dan pengajar di MP-UIN Jakarta...

Selengkapnya
Jam Gadang, Big Ben London Ala Sumbar Indonesia

Jam Gadang, Big Ben London Ala Sumbar Indonesia

Jam Gadang, Big Ben London Ala Sumbar Indonesia

Coba perhatikan dengan seksama! Mirip tidak ya Jam ikonik antara Jam Gadang Padang dengan Big Ben London? Bangetttt. yeah... Jam Gadang Padang seperti miniaturnya Big Ben London. Sayang seribu sayang deh jika berkunjung ke Padang tidak singgah ke destinasi inti ini.Terletak di pusat kota Bukittinggi provinsi Sumatera Barat dan dikelilingi oleh Pasar Bawah, Pasar Atas, Plaza Bukitinggi, dan Istana Bung Hatta. Dari spot menara inilah tanda atau markah titik nol Bukittinggi, dari sini wisatawan dapat menikmati pemandangan kota Bukittinggi, lembah, dan bangunan berjejer di pusat kota. Disekitarnya dibangun taman dan menjadi ruang terbuka publik mengadakan event-event tertentu, bazar, hiburan, dan festival. Wajib dong ke landmark kota Padang ini.

Kalau dilihat dari namanya, kata “Gadang” berasal dari bahasa Minangkabau yang berarti “Besar”. Jam Gadang berarti Jam yang besar, terlihat memang menaranya yang besar memiliki bangunan dasar 13x4m., tinggi 26m., dan 4 sisi jam berdiameter 80 cm. Di puncak menara berbentuk atap bangunan tradisi minangkabau. Sebelum Indonesia merdeka, atap menara ini mengalami dua kali renovasi dari awal atap berbentuk bulat dengan patung ayam jantan mengahadap ke timur dan saat zaman jajahan Jepang diubah menjadi atap berbentuk pagoda/klenteng.

Mesin Jam Gadang ini juga dibuat secara ekslusif loh!, kabarnya hanya 2 unit saja didunia. Satu digunakan pada Jam Gadang, satu lagi digunakan jam besar Big Ben di London. Brixlion nama mesinnya, dibuat oleh perusahaan asal Jerman yaitu Vortmann Relinghausen. Pada lonceng jam terukir nama perusahaan tersebut. Benhard Vortmenn adalah nama lengkap pembuat jam dan Relinghausen adalah nama kota di jerman yang menjadi tempat produksi mesinnya.

Kemudian didatangkan ke Indonesia oleh pemerintah Belanda dari Rotterdam via Teluk Bayur. Menurut cerita para tokoh sejarah, pembangunan menara jam Gadang dimulai sekitar tahun 1826-1926 dan menelan biaya sekitar 3000 Gulden. Harga yang fantastis di zamannya. Sssst, ternyata Jam Gadang ini adalah kado dari Ratu Belanda untuk Controleurnya (sekretaris) kota Bukittinggi yaitu Rook maker. Peletakan batu pertamanya dilakukan oleh anaknya sendiri yang baru berusia 6 tahun. Kado saja segitunya ya?????, mehong lah kalau ukurannya dulu mah. Hadiah dari Ratu gitu loh.... , tetep saja uangnya hasil dari menjajah negeri kita.

Uniknya Jam Gadang

  1. Pembuatan Jam Gadang (oleh arsitektur pribumi Yazid Rajo Mangkuto dan Sutan Gigi Ameh) tidak menggunakan besi penyangga dan adukan semen, tetapi menggunakan campuran kapur, putih telur, dan pasir putih. Perekat putih telur memamg terkenal kuat sekali, banyak bangunan-bangunan terkenal lainnya juga menggunakan bahan yang sama seperti: Colloseum Roma, Masjid raya Sultan Riau, dan Candi Borobudur Jogja.
  2. Penulisan angka 4 di Jam Gadang tidak wajar. Pasalnya angka Romawi seharusnya (IV) malah ditulis angka I berjejer (IIII). Secara ilmiah, hal ini rupanya karena awalnya penomoran angka Romawi bervariasi, angka empat memang ditulis IIII dengan empat huruf I. Terbukti dengan penulisan angka pada jam matahari yang dibuat sebelum abad ke-19, hampir semuanya menggunakan IIII untuk angka empat. Jam Gadang saat itu masih menggunakan sistem penomoran tersebut.

Memang Padang Sumbar selalu memukau dengan keunikan dan eksotisme setiap spot wisatanya. Jam Gadang seolah membawa wisatawan menikmati kekiniannya Big Ben London (Elizabeth Tower). Jadi, kalau belum berkesempatan datang ke Elizabeth Tower sementara sudah terpuaskan dengan berswaphoto di Jam Gadang. Agree! We love Sumbar Indonesia.

By.UpitSarimanah/cekrekby; @tamanlangitrita

latepost/exploresumbarandcomparativestudyMIUTThawalib/2528april2018

#exploresumaterabarat #pesonaindonesia #exploresumbar #explore_sumbar

#rancakbana #bukittinggi #minangpadiah #travellerindonesia #kelilingindonesia #hijabtraveller #hijabtravelling #minangsedunia #sumbarhits

#minangrancak

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Oleh2 jalan2 pa. Alhamdulillah semangat nulisnya. Salam kenal pa Mulya

13 Jun
Balas

Wah lengkap sekali informasi tentang jam gadangnya keren

13 Jun
Balas

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali